|
Senin, 9 November 2009, 13:27 WIB Ary Muladi Tuding M Jasin Terima Uang Durasi : Dalam keterangannya usai bertemu Tim 8 hari Sabtu lalu (07/11), Ary Muladi menuding wakil ketua KPK M Jasin menerima suap 1 miliar rupiah dari Anggoro Widjoyo. |
VIDEO LAINNYA
Kasus Chandra-Bibit Versi Kejaksaan (Bag.2)
Jaksa Agung Hendarman Supandji memaparkan kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pemerasan dengan tersangka dua pimpinan (nonaktif) KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Hendarman mengatakan ada mata rantai yang terputus, Yulianto.
Kasus Chandra-Bibit Versi Kejaksaan (Bag.1)
Jaksa Agung Hendarman Supandji memaparkan kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pemerasan dengan tersangka dua pimpinan (nonaktif) KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.
Jaksa Agung Rapat Dengan DPR
Setelah memanggil Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri dan Kabareskrim Komjen Pol. Susno Duadji, dan Pimpinan KPK, pagi ini (09/11), Komisi III DPR memanggil Kejaksaan Agung.
Antasari Gelar Konferensi Pers
Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, mengakui pertemuannya dengan Anggoro Widjojo di Singapura pada Oktober 2008 lalu. Antasari mengklarifikasi, saat itu Anggoro belum menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan radio infokom Departemen Kehutanan.
Demo Antikorupsi Nyaris Ricuh
Demonstran antikorupsi dengan polisi terlibat aksi saling mendorong di kawasan bundaran Hotel Indonesia, Minggu 8 November 2009, siang.
Antasari Penuhi Panggilan Tim 8
Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, memenuhi panggilan Tim 8 ke gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Minggu 8 November 2009. Dia akan dimintai klarifikasi terkait dugaan kriminalisasi dua pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah.
Ribuan Warga Jalan Sehat Dukung Bibit-Chandra
Ribuan orang tumpah ruah di bundaran Hotel Indonesia. Mereka menolak rekayasa hukum dan menyerukan Presiden untuk mengembalikan wibawa hukum.
Ari Muladi Tegaskan Tak Kenal Chandra-Bibit
Selesai melakukan verifikasi dengan Tim 8 dalam kasus dugaan kriminalisasi KPK siang tadi, Ari Muladi menyebutkan nama baru yaitu Haji Latib yang diakui dapat menguatkan pernyataan Ari bahwa sosok Yulianto benar ada dan bukan fiktif.
Sosok Kunci Kasus Bibit-Chandra
Informasi penting yang akan membuka tabir kasus pemerasan oleh pejabat KPK berada pada beberapa orang. Nama-nama yang sudah disebut antara lain adalah Ari Muladi dan Edi Soemarsono. |
