Senin, 27 Juli 2009, 18:54 WIB
Polisi Gelar Reka Ulang Bom Mega Kuningan
Durasi :

Hingga hari ke-10 pasca ledakan bom, hotel JW Mariott dan Ritz Carlton belum dapat diakses publik, sementara polisi menggelar reka ulang hingga pukul 3 sore tadi.

Kode: <iframe scrolling="no" frameborder="0" width="300" height="400" src="http://www.vivanews.com/embed/video/5701/" allowtransparency="true" style="border:1px solid #ccc"></iframe>
Rumah Kontrakan Ibrohim

Kondisi rumah kontrakan Ibrohim, karyawan Cynthia Florist yang mengurus bunga-bunga di Ritz Carlton. Ibrohim sempat diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Juli 2009 lalu.

Ibrahim Kirim Surat Kepada Sahabatnya

Sebelum menghilang, Ibrahim sempat mengirim surat kepada teman dekatnya, Andi Suhaedi. Surat itu berisi permintaan maaf kepada teman-temannya.

Bom di Kamar 1808 Didesain Meledak Pertama Kali

Penemuan bom di kamar 1808 Hotel JW Mariott oleh tim Densus 88 adalah bom yang didesain akan diledakkan pertama kali. Sedangkan pria yang menginap di hotel JW Mariott diduga bukan Nurhasbi yang diduga sebagai pelaku pengeboman.

Polisi Masih Cari Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri

Setelah mengumumkan sketsa 2 wajah pelaku bom bunuh diri, polisi masih belum mengetahui pasti identitas keduanya. Selain jasad pelaku di RS Polri, satu-satunya bukti lain yang dapat digunakan adalah rekaman CCTV saat pelaku mendaftar di hotel JW Mariott pada tanggal 15 Juli.

Sisa Ledakan di Ritz Carlton Dibersihkan

Petugas akhirnya membersihkan puing-puing bangunan yang rusak di hotel Ritz Carlton, setelah aksi bom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang dan melukai 53 lainnya, enam hari lalu.

Kemiripan Wajah Ibrahim dengan Pelaku Bom Bunuh Diri

Meski tes DNA keluarga Ibrahim dan Nursaid tak cocok dengan jenazah pelaku bom bunuh diri yang masih belum dikenali di RS Polri, namun ada sedikit kemiripan antara Ibrahim dengan salah satu potongan kepala pelaku.

4 Korban Ledakan Bom Belum Teridentifikasi

Korban ledakan bom Mega Kuningan yang diduga berasal dari Belanda, hingga kini masih berada di kamar jenazah RS Polri, Kramat Jati. Sedangkan 2 jenazah warga Australia telah dipulangkan ke keluarganya melalui bandara Soekarno-Hatta.