Selasa, 30 Juni 2009, 19:59 WIB
Spanduk Sosialisasi Bermasalah
Durasi :

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui bahwa rancangan spanduk sosialisasi Pemilu Presiden yang dinilai bermasalah itu, adalah kecelakaan kerja. Tidak ada unsur kesengajaan dalam pembuatan spanduk sosialisasi Pemilu Presiden yang dinilai menguntungkan salah satu calon.

Kode: <iframe scrolling="no" frameborder="0" width="300" height="400" src="http://www.vivanews.com/embed/video/5356/" allowtransparency="true" style="border:1px solid #ccc"></iframe>
Panwaslu Panggil Penyebar Selebaran Fitnah

Panwaslu kota Medan memanggil Adi Zein, pelaku penyebaran artikel yang mendiskreditkan istri cawapres Boediono. Panwaslu akan mengklarifikasi kasus yang menyeret banyak pihak itu

Mega Temui Warga Tionghoa

Sepuluh hari menjelang pemilihan presiden 8 Juli mendatang, tiga pasangan capres-cawapres melanjutkan kampanye mereka di berbagai daerah

500 Tukang Ojek Sebar Kontrak Politik

Sekitar 500 tukang ojek menyebar brosur kontrak politik pasangan capres-cawapres, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto . Para tukang ojek itu diberi misi untuk menyebarkan brosur-brosur kontrak politik Megawati dengan kaum buruh. Sasaran utama mereka adalah ke lokasi kawasan industri.

 

Prabowo dan Wiranto 'Turun ke Pasar'

Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Wiranto berkunjung dan berdialog dengan para pedagang dan pengunjung Pasar Tanah Abang. Mereka mengikuti acara 'Calon Wakil Presiden Turun ke Pasar' yang diselenggarakan oleh ANTV

Monolog Butet Kertaradjasa

Monolog seniman Butet Kertaradjasa yang "mewakili" Mega - Pro dalam melakukan sindiran dalam acara Deklarasi Pemilu Damai